Keunikan rasa bawang goreng khas Palu

Ilustrasi bawang goreng.
©2013 Merdeka.com/dfonion.wordpress.com
Sebelumnya, kita telah membahas kenikmatan sajian kaledo khas kota Palu, Sulawesi Tengah. Gurih, segar, dan sangat menggugah selera. Uniknya, bawang goreng merupakan salah satu makanan wajib yang ditambahkan saat menyantap kaledo. Kabarnya, jika tidak memakai bawang goreng khas Palu, rasa kaledo jadi kurang mantap lho.

Bahkan, bawang goreng menjadi salah satu oleh-oleh khas Palu yang banyak diburu oleh para wisatawan. Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya, apa enaknya bawang goreng dari Palu. Toh, semua bawang goreng itu sama saja. Terlebih, kita juga dapat menggorengnya sendiri di rumah.

Usut punya usut, ternyata yang membuat bawang goreng asli Palu terkenal hingga mancanegara itu karena bahan dasarnya. Yah, si bawang merah itu sendiri. Bawang merah khas Palu konon hanya bisa tumbuh di daerah ini saja. Rasanya gurih dan renyah sekali. Bahkan tidak ada rasa pahit yang tertinggal di lidah sama sekali, seperti waktu makan bawang goreng biasa.

Beberapa penjual bawang goreng Palu juga telah menjualnya secara online dengan harga yang cukup terjangkau. Namun tentu lebih mahal dari harga bawang goreng di pasaran. Harga 1 kg bawang goreng bisa mencapai Rp 175.000-200.000. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, minat para wisatawan untuk membawa pulang oleh-oleh khas Palu ini tidak pernah surut.

Kurang lengkap rasanya, jikalau pergi ke Palu tidak membawa pulang oleh-oleh bawang goreng. Hmmm..Jadi ngiler!

Sumber : http://www.merdeka.com

Di Palu, Setiap Hari Motor Raib

Polisi menunjukkan tiga tersangka
pelaku pencurian kendaraan bermotor
di bawah umur
PALU -- Mungkin kota Palu merupakan salah satu daerah di Indonesia, yang rawan tindak kriminal. Bagaimana tidak, ibu kota porvinsi Sulawesi Tengah itu, dalam setiap harinya terjadi kasus pencurian sepeda motor sepanjang 2012.

"Selama 2012, sebanyak 330 kasus pencurian sepeda motor terjadi di sejumlah daerah di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu," ujar Kepala Polres Palu AKBP Ahmad Ramadhan di Palu, Kamis (3/1).

Namun, menurut dia, mungkin saja ada kasus pencurian sepeda motor lain yang tidak dilaporkan oleh korban ke polisi sehingga tidak terdata. "Jadi, hampir setiap hari ada motor hilang," katanya.

Dari 330 kasus pencurian kendaraan bermotor itu, hanya 59 kasus yang terselesaikan karena minim bukti atau petunjuk yang mengarah kepada pelaku. "Pelaku umumnya lihai menghilangkan jejak sehingga petugas kesulitan mengungkap kasusnya," kata Ramadhan.

Sementara tersangka yang berhasil diringkus dalam kasus curanmor sebanyak 12 orang dengan barang bukti sebanyak 80 sepeda motor berbagai jenis. Bahkan ada kawanan pencuri sepeda motor yang ditangkap dengan barang bukti sebanyak 54 sepeda motor.

Ramadhan mengatakan sepeda motor curian itu dijual ke luar Kota Palu berdasarkan pesanan. Sebagian besar sepeda motor itu untuk mengangkut hasil perkebunan kakao di Kabupaten Donggala dan sekitarnya.

Kapolres Ramadhan juga telah mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk bisa memeriksa ke Polres Palu karena barang bukti pencurian masih berada di kantor polisi. "Siapkan saja STNK atau BPKB untuk mengambilnya," katanya.

Polres Palu mencatat selama 2012 terdapat 468 kasus pencurian dengan pemberatan, dan 323 kasus pencurian biasa. Selanjutnya 399 penganiayaan biasa, 258 kasus penipuan, 148 kasus penggelapan, 104 kasus perusakan, 71 kasus Narkoba, 53 kasus pencurian dengan kekerasan, serta 47 kasus judi.

Sumber  : http://www.republika.co.id

Pembangunan Tol Palu-Parigi Kantongi Ijin.

PALU. Wakil Walikota Palu Mulhanan Tombolotutu menyatakan rencana pembangunan jalan tol Palu-Parigi, Sulawesi Tengah sepanjang 35,7 kilometer sudah mengantongi ijin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan.

“Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) juga sudah ada dan pembangunannya bisa dimulai tahun 2013,” kata Mulhanan di Palu akhir pekan ini.
    Sebelumnya rencana pembangunan jalan tol Palu-Parigi itu mendapat tantangan dari aktivis lingkungan hidup karena akan menembus kawasan hutan dan dikhawatirkan mengganggu ekosistem di dalamnya. “Semuanya sudah melalui studi dan bisa dikerjakan,” katanya.
Dia mengatakan adanya akses jalan tol Palu-Parigi itu akan mempermudah jarak dari Kota Palu menuju sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.
    Selama ini untuk menuju Kabupaten Parigi Moutong dari Kota Palu harus menempuh jalur kebun kopi dengan jarak sepanjang 86 kilometer dan berliku-liku.
Jalan tersebut juga rawan longsor dan rawan kecelakaan. Jalan yang memiliki 300 tikungan tajam itu adalah jalur darat utama untuk menuju Gorontalo, Manado, Kendari, dan Makassar. “Jika tol Palu-Parigi jadi maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Parigi Moutong dari Kota Palu,” kata Mulhanan.
    Dia memperkirakan pembangunan jalan tol Palu-Parigi itu akan selesai selama tiga tahun dengan menelan anggaran sebanyak Rp. 700 miliar. Adanya jalan tol Palu-Parigi itu adalah untuk mendukung kawasan ekonomi khusus (KEK) Kota Palu yang rencannya akan ditetapkan pada 2013.
Jalan tol itu diharapkan bisa mempercepat pengiriman barang dan jasa dari Kota Palu menuju sejumlah daerah di Pulau Sulawesi.

Sumber : Koran Mercusuar Sulawesi Tengah Edisi Senin, 10 Desember 2012

Powered by Blogger.