Gorontalo, Ratusan rumah di sebagian Kota Gorontalo, terendam banjir sekitar 30
hingga 50 cm, akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai Bulango.
Pantauan Antara,
Senin dini hari, banjir bandang itu terjadi di Kelurahan Siendeng,
Biawu dan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, dan membuat istirahat warga
mulai terganggu.
Bahkan beberapa warga mulai mengungsi ke lokasi
aman, karena potensi banjir masih akan terus bertambah. "Kali ini banjir
hebat, sehingga kami mulai mengantisipasi dengan mengamankan semua
peralatan dalam rumah agar tidak tergenang banjir," kata Amir, salah
satu warga setempat, Senin (31/12/2012).
Meluapnya sungai Bulango,
juga disebabkan banjir kiriman dari wilayah lain yang sudah tidak dapat
menahan besarnya arus sungai tersebut. Warga berharap pemerintah daerah
memantau kondisi banjir di wilayah tersebut, dan bantuan apa saja yang
bisa diterima warga.
"Kami tidak bisa tidur malam ini, sekiranya
pemda juga tanggap dengan musibah ini," lanjut Akri warga lainnya.
Sumber : http://regional.kompas.com
Ratusan Rumah di Gorontalo Terendam Banjir
Guru SD PNS Kurang 100 Ribu
JAKARTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
tidak ketinggalan mengevaluasi kinerja pemerintah dalam sektor pelayanan
pendidikan 2012. Mereka kecewa karena persoalan kekurangan guru SD PNS
tidak terpecahkan hingga pergantian tahun berlangsung.
Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB PGRI) Sulistyo mengatakan, pemenuhan
kebutuhan guru SD selama 2012 benar-benar tidak jalan. "Saat ini
kekurangan guru SD. Kita berharap tahun depan tidak terjadi lagi,"
katanya kemarin (30/12).
PGRI menghitung kekurangan guru SD PNS lebih dari seratus ribu. Mereka
menerima laporan kasus kekurangan guru SD PNS terjadi di 96 persen
kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia.
Menurut dia, persoalan kekurangan guru yang tidak terpecahkan itu
menimbulkan persoalan baru. Yakni membeludaknya jumlah guru SD honorer.
Dari analisis PGRI, kepala SD yang kekurangan guru dengan gampangnya
merekrut guru honorer baru. "Karena memang tidak ada solusi lagi," kata
dia.
Dia khawatir banyaknya jumlah guru SD honorer itu akan merepotkan
pemerintah. Sebab, tidak menutup kemungkinan mereka akan menuntut
diangkat langsung menjadi PNS tanpa tes.
Kecenderungan para guru honorer menuntut langsung jadi PNS karena
pengabdian mereka benar-benar berat. Sulistyo mengatakan, guru-guru SD
honorer itu beban kerjanya sama dengan guru SD PNS. Sebaliknya, imbalan
gaji untuk guru SD honorer jauh di bawah guru SD PNS.
Dia meminta pemerintah pusat dan daerah tidak saling lempar tanggung
jawab atas persoalan kekurangan guru SD PNS itu. Dikhawatirkan jika
pemerintah tahun depan belum mencabut moratorium CPNS baru, kasus
kekurangan guru SD semakin kronis.
Selain soal pemenuhan jumlah guru SD, Sulistyo meminta pemerintah
memperbaiki sistem kesejahteraan guru-guru swasta yang sudah terlanjur
bekerja. Sulistyo menuntut upah atau gaji guru swasta minimal sama
dengan UMK setempat. "Tidak apa-apa gajinya sama dengan buruh (sesuai
UMK), daripada digaji Rp 300 ribu per bulan," tutur Sulistyo yang juga
anggota DPD dari Provinsi Jawa Tengah itu.
Kesimpulan PGRI, pemenuhan jumlah dan kesejahteraan guru SD, SMP, SMA,
dan madrasah sangat penting. Sebab, mengutip dari sejumlah hasil
penelitian, kemampuan siswa Indonesia masih rendah. Di antaranya hasil
penelitian Trends in International Mathematics and Science Studies
(TIMSS) 2011 yang dilansir pertengahan bulan ini.
Dari penelitan TIMSS disebutkan bahwa nilai rata-rata matematika siswa
kelas 2 SMP di Indonesia hanya 386 dan menempati urutan 38 dari 42
negara yang diteliti. Posisi Indonesia hanya lebih baik dari Suriah,
Maroko, Oman, dan Ghana. Posisi tiga besar diduduki Korea Selatan,
Singapura, dan Taiwan.
Sedangkan untuk pelajaran sains tidak kalah jeblok. Nilai rata-rata
sains siswa kelas 2 SMP adalah 406 dan menempatkan Indonesia di urutan
ke-40 dari 42 negara. "Kami kecewa karena posisi Indonesia kalah dari
Palestina, negara yang didera konflik berkepanjangan," jelas Sulistyo.
Sumber : http://www.jpnn.com
Daftar Kosmetik Berbahaya yang Dilarang Edar karena Mengandung Merkuri
| Doc. Badan POM |
Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia hingga Oktober 2012 ini, ditemukan 48 kosmetik yang memiliki formula membahayakan. Kosmetik-kosmetik tersebut mengandung merkuri atau raksa dan pewarna yang dilarang.
"Untuk itu Badan POM mengeluarkan peringatan publik dengan tujuan agar masyarakat tidak menggunakan kosmetika tersebut karena dapat membahayakan kesehatan," jelas Kepala Badan POM Lucky S. Slamet.
Berdasarkan pengawasan Badan POM sepanjang 2012 ini, bahan berbahaya yang ditemukan dalam puluhan kosmetik tersebut menunjukkan tren serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Kosmetik-kosmetik itu mengandung bahan berbahaya yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit.
Seluruh kosmetik terlarang itu pastinya kini telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan. Kasus kosmetik berbahaya ini juga dibawa ke pengadilan. Sayangnya putusan hukum berupa sanksi paling tinggi penjara dua tahun satu bulan ini belum menimbulkan efek jera untuk pelaku tindak pidana di bidang obat dan makanan ini. Oleh karena itulah Badan POM terus melakukan pengawasan setiap tahun dan mengumumkan hasil temuan mereka ke publik.
Berikut ini daftar kosmetik berbahaya yang dilarang edar dari Badan POM:
- Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Merkuri:
1. DR. Whitening treatment night cream
2. LIE CHE Day Cream
3. LIE CHE Whitening Soap
4. LIEN HUA Night Cream (Bunga Teratai)
5. LIEN HUA Day Cream (Bunga Teratai)
6. Walet Krim (Day Cream Small), Herbal Clinic 'Green Alvina'
7. Walet Krim (Night Cream Small), Herbal Clinic 'Green Alvina'
8. Pemutih Dokter, CV Kiu Kiu Jakarta
9. SP Special UV Whitening
10. Spesial Pearl Cream Super
11. Pemutih Sejuta Bintang
12. Racikan Walet Putih
13. Night Cream SJ SIN JUNG
14. Day Cream SJ UV White SJ SIN JUNG
15. Vitamin Pemutih Kecantikan
16. Klip 80"S Night Cream
17. Klip 80"S Day Cream
18. VAYALA Nightly Cream
19. VAYALA Daily Cream
20. VAYALA Sabun Transparan.
- Kosmetik Mengandung Pewarna yang Dilarang:
1. JUST MISS Lip Color Lipstick No.41
2. FEVES Color Cream 0.43 Phoenix Red
3. FEVES Color Cream 0.43 Phoenix Red (NA)
4. FEVES Color Cream 5.36 Golden Cupprum
5. POND'S Beauty Care Make Up Lipstick Colorful Eye Shadow Two Way Cake (pink)
6. IZOUCA Eye Shadow Two Way Cake with Pearl Nutrient
7. TAILAIMEI 3 in 1 Two Way Cake & Eye Shadow no.A3
8. TAILAIMEI Eye Shadow & Blusher 3 Two Way Cake no. A12
9. TAILAIMEI Make up Kit Eye Shadow & Lipstick 7 Blusher & Two Way Cake no.A81
10. TAILAIMEI Make up Kit Compact Powder, Eye Shadow Blusher & Lipstick No. A73
11. TAILAIMEI Fashion Make up Kit Eye Shadow Lipstick & Blusher & Two Way Cake no.A92
12. TAILAIMEI Make Up Kit Eye Shadow Lipstick No.A64
13. TAILAIMEI Make Up Kit Beautiful Color no.A78
14. TAILAIMEI 12 Eye Shadow & 4 Blush & 3 Two Way Cake
15. TAILAIME Make up Kit Eye Shadow & Blusher & Two Way cake No.A10
16. TAILAIMEI Make up Kit Compact Powder Eye Shadow Blusher & Lipstick no.A65
17. TAILAIMEI Make up Kit Eye Shadow Blusher Two Way Cake
18. TAILAIMEI Make up Kit Eye Shadow Lipstick Blusher & Two Way Cake No.A67
19. TAILAIMEI make up Kit Complete Beauty Care Eye Shadow
20. TAILAIMEI Lipstick Blusher Two Way Cake No.A88
21. TIANNUO Lipstick Paris
22. PUND'S Lip Beauty Moisture with Vit. EA18
- Kosmetik Mengandung Hidrokinon:
1. SBM-2 Cream
2. SB-2 Cream
3. SBM-1 Cream
4. SB-1 Cream
5. SB-3 Cream
6. SL-2 Cream.
Sumber : wolipop
Mahasiswa UPN Surabaya Hilang di Gunung Welireng
Pasuruan: Seorang mahasiswa Universitas Pembangunan
Nasional (UPN) Surabaya hilang saat mendaki Gunung Welireng, Pasuruan,
Jawa Timur. Alfian Acak Aldino dilaporkan hilang saat turun dari gunung
pada 26 Desember 2012. Hingga Sabtu (29/12), tim SAR gabungan masih
mengupayakan pencarian terhadap korban.
Alfian melakukan pendakian bersama temannya, Jimmy, mulai 22 Desember.
Saat turun gunung menuju pondokan, Alfian berjalan di belakang Jimmy.
Beberapa saat kemudian, Jimmy menyadari temannya itu hilang. Ia pun
mencari rekannya tersebut namun tak ditemukan. Jimmy pun melaporkan
peristiwa itu ke pos pendakian di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen,
Pasuruan.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan segera berkoordinasi mencari
warga Jalan Siwalan Kerto Tengah, Surabaya, itu. Sebanyak 30 personel
SAR menyisiri lokasi.
Sayang, cuaca hujan menjadi kendala pencarian. Meski demikian,
Koordinator Lapangan SAR Gabungan, Adi Utomo, mengatakan akan terus
melakukan pencarian di beberapa lokasi, khususnya di titik Alfian
diprediksi hilang.
Sumber : http://www.metrotvnews.com
Yuk, Konsumsi Beras Cerdas
| Petani menyiapkan bibit padi untuk ditanam di Indrapuri kabupaten Aceh Besar,
Provinsi Aceh, Rabu (21/12). ANTARA/Irwansyah Putra
|
Oleh karenanya, untuk membuat 'beras cerdas' atau beras tiruan dalam skala nasional, Indonesia harus mampu mencapai program swasembada singkong. "Karena bahan baku utama beras cerdas itu ya dari singkong. Sementara produksi singkong kita masih minim, bahkan masih impor," ujar Apriyanto, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Timur, Kamis 27 Desember 2012.
BKP Jawa Timur bersama Universitas Jember melakukan sosialisasi dan pembagian 'beras cerdas' untuk 490 warga miskin di Kecamatan Jelbuk dan Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Menurut Aprinyanto, program 'Pangan untuk kesejahteraan' itu akan segera dilakukan di 38 kabupten/kota lainnya di Jawa Timur. " Ini program bantunan pangan yang berbasis potensi dan budaya wilayah. Tujuannya untuk pengembangan sumberdaya pangan lokal dan perbaikan gizi masyarakat," katanya.
Selain menjadi salah satu lumbung padi nasional, kata Apriyanto, Jawa Timur sebenarnya juga kaya akan produksi sumber-sumber karbohidrat non-beras. Dia menyebutkan pada tahun 2010 saja, di Jawa Timur mampu memproduksi 5,587 juta ton jagung, 3,642 juta ton singkong, 253,9 ton ubi jalar dan 10,1 ton sorgum. "Masalahnya belum maksimal pengolahannya menjadi bahan pangan non beras dan meningaktkan ketahanan pangan," kata dia.
'Beras Cerdas' buatan tim ahli Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Univeritas Jember. Beras itu dibuat dari bahan dasar ketela pohon atau singkong dicampur bahan lain seperti jagung dan susu. "Sampai sekarang kendala utama ada pada bahan baku. Pemerintah harus serius menggenjot produksi singkong nasional," kata Prof. Dr. Achmad Subagio, penemu beras tiruan itu.
Subagio mengembangkan dan memproduksi tepung singkong (modified cassava flour/Mocaf) sejak tahun 2005 lalu di Kabupaten Trenggalek. Tepung mocaf itu yang diolah bersama bahan lain dijadikan 'beras cerdas', juga bahan makanan lainnya seperti mie dan aneka kue.
Saat ini, tim ahli FTP Unej bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Pusat (Kementrian Pertanian) dan BKP Jawa Timur, telah didirikan empat pabrik 'beras cerdas' di Kabupaten Jember, Ponorogo dan Blitar. Kapasitas produksi beras tiruan itu mencapi 2 ton per hari. "Tahun depan ada rencana membagun 12 pabrik lagi di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan dana APBN dan APBD,"kata Subagio.
Selama ini, bahan baku untuk produksi masih mengandalkan singkong dari Kabupetn Trenggalek, Pnorogo, Blitar dan Tulungagung. Sementara daerah lainnya seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, kata dia, masih sedikit produksinya. "Padahal ada ribuan hektar lahan tidur dan lahan kritis yang belum dimanfaatkan untuk budidaya singkong," kata dia.
Sumber : http://www.tempo.co