Polewali Mandar – Jaringan telepon dan internet milik PT Telkom untuk lima kabupaten di Sulawesi Barat putus total.
Terputusnya jaringan telekomunikasi itu disebabkan kerusakan pada
jaringan fiber optik dan terputusnya kabel Telkom di 30 Km Kota Pinrang
Sulawesi Selatan.
Salah satu pegawai PT Telkom Polewali Mandar Pallu menyatakan,
jaringan Telkom putus total sejak jam 08.00 pagi tadi akibat penggalian
alat berat di kabupaten Pinrang.
"Jadi semua jaringan telekomunikasi di Sulawesi Barat mati total,"
kata Pallu. "Penyebabkan Fiber Optik terputus karena aktivitas excavator
di Pinrang. Kita berharap bisa selesai sore nanti," kata Palu.
Salah satu pengawai PT. Telkom Polewali Mandar Pallu mengakui kini
sedang melakukan perbaikan dan menyambung kembali kabel yang putus di
daerah kabupaten Pinrang.
Menurut informasi di lapangan, aktivitas alat berat di Pinrang terjadi pada saat pengerjaan proyek milik pemerintah daerah.
Sumber : kbr68h.com
Alat Berat Rusak FO, Jaringan Telkom di Sulbar Putus Total
Tebingtinggi punya tempat sampah terpanjang
| Sampah yang dibuang di pinggir jalan di Tebingtinggi.
(irhamudin/koransindo)
|
Ironisnya, sampah yang dibuang di pinggir jalan tersebut dilakukan oleh petugas Dinas kebersihan Kabupaten Tebingtinggi. Sampah yang seharusnya dibuang di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), justru dijatuhkan dibalik tembok.
Akibatnya, tidak sedikit sampah yang bertebaran dijalan baik dari arah Tebing Tinggi maupun dari arah Lubuk Linggau. Kondisi tersebut sangat disayangkan, karena lokasi tersebut hanya beberapa kilometer jaraknya dari kota Tebing Tinggi yang menjadi ibukota kabupaten Empatlawang.
Apalagi keberadaan TPA tersebut disisi jalan negara yang setiap hari dilintasi ratusan kendaraan dari berbagai daerah.
Menurut Musran, warga Talang Gunung yang membuang sampah tersebut adalah petugas kebersihan dengan menggunakan mobil. Dia mengaku tidak mengetahui alasan sampah tersebut tidak dibuang di bagian belakang tembok yang berupa jurang. Padahal menurutnya jika dibuang dibelakang tembok, jelas sampah tidak akan bertebaran kemana-mana.
“Mungkin karena sudah kebanyakan jadi mereka malas membuang ke bawah, sampah itu mereka tumpahkan saja dipinggir,” jelasnya, Kamis (13/12/2012).
Kondisi tersebut menurutnya sudah berlangsung lama. Bahkan sejak dibangun tembok dinding TPA dibagian sisi jalan, malah sampah kebanyakan dibuang bukan di belakang tembok itu.
Menurutnya tidak banyak warga yang mengeluhkan hal itu, karena lokasinya tidak didekat hunian warga. Hanya saja menurutnya, kondisi tersebut sangat tidak enak dipandang oleh pengendara yang melintas.
Pemkab Empatlawang melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) sudah merencanakan untuk memindahkan lokasi TPA tersebut ke kawasan jalan poros Tebing Tinggi –Pendopo tahun ini.
Namun hingga penghujung tahun ini, belum ada kejelasan informasi jadi atau tidaknya lokasi tersebut dibangun.
Sumber : sindonews.com
Belasan Ibu Hamil Booking 12-12-12
|
Wanita hamil/ilustrasi
|
"Pendaftaran para calon ibu ini telah dilakukan sejak beberapa hari lalu sebelum tanggal cantik hari ini," kata Widiawati, seorang perawat di RS Andini, Rabu.
Bahkan, sejak Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, pihak rumah sakit melakukan upaya operasi caesar terhadap beberapa wanita yang menginginkan kelahiran buah hatinya di tanggal cantik 12-12-12.
Namun, pihak RS membantah menerima seluruh pasien yang memaksakan untuk melahirkan di tanggal cantik.
Pihaknya tetap melakukan proses sebelum pasien melahirkan secara caesar. Salah satunya yakni mengecek kondisi ibu dan janin dalam kandungan.
"Jika kondisi keduanya sehat dan cukup bulan, maka caesar bisa dilakukan. Namun jika ternyata ibu tidak sehat atau janin belum cukup umur, maka kami tidak membenarkan untuk dilakukan operasi caesar," katanya.
Sumber : republika
MUI Kutai Timur Belum Sikapi Nabi Palsu
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur belum
mengeluarkan fatwa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Bantil.
Ketua MUI Kutim Shobirin Bagus menyebut jika rencana rapat untuk
mengambil fatwa tertunda.
"Malam ini kami baru akan rapat. Karena masih banyak anggota yang ada di
luar kota,” kata Shobirin seperti dilansir Bontang Post, Rabu (12/12).
MUI mengakui sudah mendapat kabar soal adanya dugaan penistaan agama
langsung bertindak cepat. Mereka berencana menggelar rapat untuk
memutuskan fatwa soal nasib Bantil yang diduga mengaku sebagai nabi
kepada para jemaahnya.
Shobirin yang juga Anggota DPRD Kutim mengatakan, tersangka memang
membantah telah mengajarkan segala sesuatu apapun pada pengikutnya.
Hanya saja, jika ada muncul pertanyaan dari pengikutnya, Bantil
menjawabnya berdasarkan bisikan-bisikan yang ia terima. Jadi bukan
seperti yang diajarkan dalam Islam, yang tentu saja mengacu pada Alquran
dan Hadist.
Karena punya ratusan anggota, Shobirin mengaku akan bekerja sama dengan
Dinas Sosial untuk membina anggota dari Bantil agar kembali pada
ajaran yang benar.
Sementara itu, Kepala Kemenag RI Sangatta Fahmi Rasyad MM mengatakan,
bisikan yang diajarkan dapat dilihat dari ajarannya. Kalau ajaran salah
dan perbuatannya menyimpang, maka bisikan itu dari bisikan iblis.
Sumber : jpnn.com
Pabrik Bakso Babi di Cipete Sudah Beroperasi 2 Tahun
Lokasi penggilingan daging babi |
Daging sapi dicampur daging babi agar harganya lebih murah.
Polisi bersama dengan bidang Pengendalian dan Pengawasan Suku Dinas Perternakan Jakarta Selatan, sudah mengendus keberadaan tempat penggilingan daging babi di Cipete, Jakarta Selatan, sejak tiga minggu lalu.Saat dihubungi VIVAnews, Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Sudin Peternakan Walikota Jakarta Selatan, Nurhasan, membenarkan bila hampir 70 persen pelanggan di penggilingan babi itu adalah tukang bakso.
Menurutnya, diduga kuat pengelola tempat itu sengaja mencampur dengan daging sapi dengan daging babi agar harganya lebih murah. Berdasarkan keterangan warga, tempat penggilingan daging itu sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.
"Cuma belum tahu mulai kapan mereka mencampur dengan daging yang diduga babi," katanya.
Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap pemilik penggilingan daging bernama Eka Prayitno dan tiga karyawannya.
"Kami juga minta keterangan dari tukang bakso yang ada di sana saat akan menggiling daging," katanya.
Saat ini, tempat tersebut sudah diberi garis polisi dan tidak dibolehkan untuk beroperasi. Sebenyak 50 kg daging babi beku dan 15 kilogram daging giling campuran sudah disita.
Dari pantauan VIVAnews, kios milik Eka Prayitno yang berukuran 3x4 meter memang bersebelahan dengan kios perabotan rumah dan kios beras. Di depannya ada selokan besar berukuran satu meter.
Menurut Ahmad (45) pemilik warung di dekat lokasi, untuk daging beku di tempat itu dijual dengan harga Rp40 ribu per kilonya. Harga ini jauh dari harga daging sapi.
"Setahu saya cuma penggilingan. Dagingnya tadi subuh dibawa dipakai kresek, dibawa petugas yang pakaiannya kayak PNS," katanya.
Sumber : metro.news.viva.co.id